Masa nifas adalah periode penting yang dimulai setelah persalinan hingga sekitar 6 minggu kemudian, ketika tubuh ibu perlahan kembali ke kondisi sebelum hamil. Pada fase ini, terjadi banyak perubahan, mulai dari penyembuhan rahim, penyesuaian hormon, hingga pemulihan fisik dan mental. Karena itu, kunjungan nifas buku KIA menjadi panduan utama agar setiap proses berjalan aman dan terpantau.
Nifas merupakan proses alami yang normal dialami oleh para ibu setelah melahirkan baik dengan cara normal maupun caesar. Meski alami, masa nifas tetap membutuhkan perhatian khusus. Ada kondisi yang masih tergolong wajar, ada pula tanda bahaya yang memerlukan penanganan tenaga kesehatan. Kunjungan nifas buku KIA hadir untuk membantu ibu mengenali batas normal nifas dan kapan harus segera mencari pertolongan.
Fase Pemeriksaan Ibu Setelah Melahirkan
Sesuai anjuran kunjungan nifas buku KIA, perawatan ibu nifas dilakukan sejak 6 jam hingga 42 hari setelah persalinan, dengan minimal 4 kali kunjungan ke tenaga kesehatan. Setiap kunjungan memiliki fokus pemeriksaan yang berbeda, menyesuaikan fase pemulihan ibu dan perubahan yang terjadi. Berikut fase-fase yang perlu Moms ketahui berdasarkan informasi dari buku KIA.
-
Pemeriksaan Pertama: 6 jam–2 hari pasca persalinan
Pada fase awal ini, saat kunjungan nifas buku KIA dilakukan, perdarahan biasanya paling banyak dengan warna merah cerah. Ibu dapat menemukan gumpalan darah kecil hingga seukuran buah tomat, yang masih tergolong normal selama tidak berlebihan. -
Pemeriksaan Kedua: 3–7 hari pasca persalinan
Memasuki hari ke-2 hingga ke-6, dalam panduan kunjungan nifas buku KIA, darah nifas (lokia) berubah menjadi cokelat gelap hingga merah muda dan lebih encer. Nyeri di area vagina atau perineum juga masih bisa dirasakan, terutama setelah persalinan normal. -
Pemeriksaan Ketiga: 8–28 hari pasca persalinan
Pada periode ini, warna lokia cenderung merah muda hingga cokelat muda dan jumlahnya semakin berkurang. Di hari ke-11 hingga ke-14, darah biasanya lebih terang dan semakin sedikit. -
Pemeriksaan Keempat: 29–42 hari pasca persalinan
Di minggu ketiga hingga keenam, lokia umumnya berwarna krem dengan sedikit garis cokelat atau merah muda. Pada sebagian ibu, perdarahan sudah berhenti sepenuhnya, meski bercak ringan masih bisa muncul.
Apa Saja yang Diperiksa Saat Nifas?
Dalam setiap kunjungan nifas buku KIA, tenaga kesehatan akan memberikan pelayanan menyeluruh untuk memastikan kondisi ibu benar-benar pulih, baik secara fisik maupun mental. Moms tidak perlu merasa segan untuk memeriksakan kondisi Moms semasa nifas, karena tenaga kesehatan sudah dilatih untuk memeriksa kondisi Moms. Berikut yang akan tenaga kesehatan lakukan seperti yang dibahas dalam buku KIA.
-
Menanyakan kondisi umum ibu nifas: Tenaga kesehatan akan menggali keluhan yang dirasakan ibu, seperti nyeri, kelelahan berlebih, perubahan suasana hati, atau kesulitan menyusui, untuk memastikan pemulihan berjalan normal.
-
Pengukuran tekanan darah, suhu, napas, dan nadi: Pemeriksaan tanda vital ini penting untuk mendeteksi lebih awal adanya infeksi, perdarahan tersembunyi, atau gangguan kesehatan lain pasca persalinan.
-
Pemeriksaan lokia dan perdarahan: Warna, jumlah, dan bau lokia akan dinilai untuk memastikan sesuai dengan fase nifas dan tidak mengarah pada perdarahan abnormal.
-
Pemeriksaan jalan lahir dan tanda infeksi: Area vagina, perineum, atau bekas jahitan akan diperiksa untuk melihat proses penyembuhan dan mencegah risiko infeksi.
-
Pemeriksaan kontraksi rahim dan tinggi fundus uteri: Bertujuan memastikan rahim berkontraksi dengan baik dan kembali ke ukuran normal sesuai usia nifas.
-
Pemeriksaan payudara dan anjuran ASI eksklusif: Tenaga kesehatan akan membantu memastikan tidak ada bendungan ASI atau infeksi payudara, sekaligus memberi dukungan agar proses menyusui berjalan lancar.
-
Pemberian kapsul vitamin A (2 kapsul): Vitamin A diberikan untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh ibu serta kualitas ASI.
-
Konseling kontrasepsi pasca persalinan: Ibu akan mendapatkan informasi pilihan kontrasepsi yang aman dan sesuai kondisi setelah melahirkan.
-
Tatalaksana nifas dengan keluhan atau komplikasi: Jika ditemukan masalah kesehatan, ibu akan mendapatkan penanganan lanjutan atau rujukan agar komplikasi tidak berlanjut.
Tips Sehat untuk Ibu Nifas
Selain pemeriksaan rutin, kunjungan nifas buku KIA juga memuat berbagai anjuran penting yang perlu diterapkan ibu dalam keseharian agar proses pemulihan berlangsung optimal.
-
Konsumsi makanan beraneka ragam yang mengandung karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah untuk membantu pemulihan jaringan tubuh dan menjaga stamina ibu.
-
Penuhi kebutuhan cairan dengan minum sekitar 14 gelas per hari pada 6 bulan pertama menyusui dan 12 gelas per hari pada 6 bulan berikutnya, guna mencegah dehidrasi dan mendukung produksi ASI.
-
Jaga kebersihan diri, terutama area kewanitaan, dengan membersihkan dari arah depan ke belakang dan mengganti pembalut secara rutin untuk menurunkan risiko infeksi.
-
Upayakan istirahat yang cukup dengan memanfaatkan waktu tidur bayi, karena kelelahan berlebih dapat menghambat pemulihan fisik dan emosional ibu.
-
Lakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang seperti berjalan santai selama 30 menit, sebanyak 3–5 kali seminggu, untuk membantu sirkulasi darah dan kebugaran tubuh.
-
Bagi ibu yang melahirkan melalui operasi caesar, rawat luka operasi sesuai anjuran tenaga kesehatan dan mulai latihan fisik setelah 3 bulan pasca persalinan agar penyembuhan optimal.
Dengan menjalankan seluruh anjuran yang tercantum dalam kunjungan nifas buku KIA, Moms dapat mendukung proses pemulihan fisik dan mental secara optimal selama masa nifas. Edukasi yang diberikan berperan penting dalam mencegah berbagai risiko akibat kurangnya pengetahuan, seperti infeksi jalan lahir, oedema, hingga jahitan luka yang terbuka dan berpotensi menyebabkan perdarahan
Pola makan bergizi seimbang, asupan cairan yang cukup, istirahat memadai, serta aktivitas fisik yang dianjurkan dalam kunjungan nifas buku KIA membantu menurunkan risiko komplikasi pasca persalinan, menjaga stamina ibu, dan mendukung kelancaran produksi ASI. Dengan pemantauan dan edukasi yang tepat, berbagai keluhan kecil dapat ditangani lebih dini sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Jika kunjungan nifas buku KIA berjalan lancar dan kondisi ibu terpantau baik, Moms pun bisa lebih fokus memberikan perhatian terbaik untuk Si Kecil. Salah satunya adalah memastikan kenyamanan Si Kecil sehari-hari, termasuk urusan popok. Di masa awal kehidupan, Si Kecil butuh popok yang bukan hanya menyerap, tapi juga menjaga kulitnya tetap lembut dan nyaman. Di sinilah Merries Premium Tape bisa jadi pilihan Moms.
Merries Premium Tape memiliki teknologi lapisan terluar 5++ miliar pori dan lapisan penyerap bersirkulasi udara yang tak hanya menahan cairan dengan baik namun juga membantu melepas udara lembap, sehingga kulit Si Kecil tetap bernapas dan membantu menjaga kulit tetap kering lebih lama. Dengan bantalan 3D bergelombang yang lembut, Merries Premium Tape mampu menciptakan ruang udara di antara popok dan kulit, sehingga udara dapat mengalir. Popok ini juga mampu menangkap kotoran lunak dan pipis di sela popok sehingga tidak menyebar.
Merries Premium Tape juga memiliki perekat lembut yang bisa dilepas-pasang serta alarm penanda pipis memudahkan Moms mengganti popok tepat waktu tanpa mengganggu kenyamanan Si Kecil.
Karena Moms yang tenang dan pulih dengan baik akan lebih siap merawat Si Kecil, pastikan Moms memilih popok yang lembut, kering, dan nyaman seperti Merries Premium Tape. Dapatkan segera Merries Premium Tape di sini dan buktikan kenyamanannya.